
Dokter Amin menyoroti tiga fokus utama, yakni digitalisasi pelayanan publik, penguatan kemandirian fiskal daerah, serta pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau. “Keberhasilan otonomi daerah sangat ditentukan oleh integritas dan kinerja aparatur. Gunakan kewenangan sebagai amanah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” pesannya
“Ini suatu starting yang luar biasa. Pengalaman bersejarah bagi anak-anak yang akan menjadi warisan dan inspirasi ke depan,”
“Dekranasda bukan sekadar aksesoris bagi pemerintah daerah. Kita memiliki visi dan misi yang inklusif, digital, dan berdaya saing untuk memberdayakan UMKM serta meningkatkan daya saing ekonomi lokal,”
Wali Kota dr. Aminuddin menuturkan bahwa, Program pembentukan Perda yang akan dilaksanakan tentunya masih melewati proses sidang-sidang berikutnya di tahun 2026 ada tahapan yang masih perlu dilewati
Wali Kota mengapresiasi sekaligus mendukung pelaksanaan Musda IV MUI Kota Probolinggo. Pada kesempatan tersebut, dr. Amin juga menegaskan peran strategis para kiai sebagai pemberi nasihat spiritual dan sosial yang turut menjaga stabilitas masyarakat
Wali Kota Aminuddin menyerahkan kartu secara simbolis kepada perwakilan RT dan RW sebagai penerima Kartu Amanah Non Kemiskinan. Kartu atm berwarna silver ini akan digunakan sebagai alat transaksi keuangan digital yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel, khususnya untuk penyaluran honorarium serta dukungan kegiatan lembaga kemasyarakatan kelurahan (LKK)