
"Batik In Motion 2025 tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga menjadi wahana untuk memperkuat identitas lokal, mendorong kreativitas masyarakat, serta meningkatkan daya tarik wisata Kota dan Kabupaten Probolinggo,"
Rumah batik ini menjadi media untuk mengenalkan batik khas Probolinggo, mulai dari sejarah, proses pembuatan, hingga pemasaran. Kami berharap rumah batik dapat menjaga warisan budaya sekaligus menjadi gambaran kehidupan masyarakat Kota Probolinggo yang tertuang dalam motif batik,”
Ketua Dekranasda Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ruang promosi wisata sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat.
Menurut Dokter Aminuddin, modal yang paling kuat dalam pembangunan adalah pendidikan, sehingga program - program pendidikan harus dilakukan baik di tingkat nasional, regional, maupun lokal Kota Probolinggo.
dr. Evariani memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum mengevaluasi diri. Jemaah muslimat, para kaum perempuan, sebagai penegak sendi kehidupan dan tiang agama di rumah tangga yang menciptakan generasi penerus harus merefleksikan ajaran Nabi Muhammad SAW
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Camat Mayangan Agus Dwiwantoro secara simbolis menyematkan rompi kepada Ketua RW 3 dan Ketua Karang Taruna Kelurahan Sukabumi